DAPAT UANG MELALUI INTERNET

Tampilkan postingan dengan label ruh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

E-BOOK PERTAMA: "MENELADANI SPIRITUAL RASULULLAH SAW DALAM BERMA'RIFATULLAH"

E-BOOK PERTAMA: "MENELADANI SPIRITUAL RASULULLAH SAW DALAM BERMA'RIFATULLAH"


SINOPSIS DAN CARA MEN-DOWNLOAD E-BOOK (Electronic Book)

Assalamu’alaikum warahmmatullahi wabarakaatuh

Ada kerancuan yang terjadi pada umat islam dewasa ini dalam memahami makna islam, iman dan takwa. Selama ini umat hanya memahami bahwa ketika mereka bersyahadat (iqrar bil lisan) dan "menggugurkan" kewajiban beribadah otomatis telah berislam, beriman dan bertakwa. Ketiganya maqam ini dianggap satu paket. Padahal Allah SWT dalam Al-Qur’an tidak menjelaskan demikian. Masing-masing ada tanda dan bukti yang merupakan pemberian dari Allah SWT. Ketiga “maqam” tersebut harus diperjuangkan hingga umat islam akan meraih derajat muslim, mukmin, muttaqin dan muhlasin.
            
         Hal yang senada juga terjadi ketika manusia berbicara dan memahami makna hakiki dari agama. Selama ini tak jarang agama hanya dinilai secara sempit yaitu sebatas kumpulan manusia yang menyembah Tuhan dalam suatu komunitas tertentu, bahkan tak jarang berorientasi hanya pada simbol-simbol tertentu untuk menunjukkan identitasnya. Kondisi ini terjadi tidak lebih karena minimnya pengetahuan, pemahaman dan memotret agama dalam bingkai yang sempit. 

Inilah tanda dan bukti bahwa kebanyakan pemahaman umat islam dalam beragama masih dalam tataran teoritis, instan dan mengabaikan makna tersirat Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan-Nya, sehingga tidak paham apa itu hakikinya islam, iman, takwa dan agama. Lebih ironis lagi, ketidaktahuan dan ketidakpahaman ini pada akhirnya berdampak pada keyakinan sebagian besar umat islam bahwa manusia tidak dapat “berjumpa” dengan Tuhannya ketika hidup di dunia ini dan hanya di akhirat kelak mereka baru dapat berjumpa dengan Tuhan. Jadi kebanyakan dari kita saat ini, beragama namun tidak ber-Tuhan.

Kalau ini yang terjadi, maka sungguh rugilah manusia tersebut. Bagaimana mungkin kita menyembah Allah SWT kalau yang disembah tidak dijumpainya? Lalu bagaimana mungkin kita dapat berdialog, berkomunikasi, dan berkeluh kesah ketika ada masalah yang tengah kita hadapi bila tidak bertemu dengan yang dimintai pertolongan? Atau jangan-jangan perangkat beribadah yang digunakan selama ini untuk menyembah (berjumpa) Allah SWT tidak tepat? Padahal Allah SWT telah menerangkan dengan jelas dalam Al-Qur’an, sekaligus memberikan contoh tentang bagaimana umat islam seharusnya meneladani dan berspiritual sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi/rasul, para sahabat, dan para waliyullah agar mereka dapat “berjumpa” dengan Tuhannya saat beribadah. "Ash-Sholatu Mi’rajul Mu’miniin"!!! (Sholat adalah mi’raj-nya orang-orang mukmin), demikian sabda Rasulullah SAW.

       E-Book yang ada di tangan pembaca ini akan menguraikan bagaimana seharusnya umat islam meneladani berspiritual para nabi/rasul  (khususnya Rasulullah SAW), para sahabat dan para waliyullah dengan memahami ilmu pengetahuan Al-Qur’an dengan memanfaatkan 5 (lima) potensi yang diberikan kepada setiap manusia yaitu berupa otak (IQ), akal, jiwa, hati (EQ) dan ar-ruh (SQ) untuk “berjumpa” dengan Tuhannya (Ma’rifatullah).

Tentu saja E-Book “Meneladani Spiritual Rasulullah SAW dalam Berma’rifatullah” ini yang jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Namun demikian, saya berharap semoga E-Book ini dapat menambah dan membuka cakrawala pembaca dalam ber-ma’rifatullah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan nurhidayah, karunia, rahmat dan ridha-Nya kepada kita semua. Amin ya Rabbal’alamin.

Adapun isi E-Book ini meliputi (255 Halaman):
Sekapur Sirih
Ucapan Terima Kasih
Sekilas Tentang Penulis
Daftar Isi
Ilmu Pengetahuan Al-Qur’an (Mukadimah)
Bab I     : Hakikat Islam, Iman, dan Takwa
Bab II    : Hijab Terhadap Lima Potensi Manusia Untuk Mengenal Allah
Bab III  : Menyibak Tabir  Eksistensi Allah
Bab IV  : Penutup (Kesimpulan)
Bab V   : Lampiran (Skema Proses Perjalanan Spiritual)

            Lalu bagaimana cara men-download E-Book ini?
1.  Pastikan bahwa PC/Laptop/Notebook/Ipad, (milik pribadi atau di Warnet) anda ada program ADOBE READER dan WINRAR (biasanya program ini telah tersedia, namun tidak ada salahnya anda mengecek terlebih dahulu untuk memastikannya atau anda dapat download gratis di internet. Jika anda tetap men-download E-Book ini namun tidak ada kedua program tersebut sehingga anda tidak dapat membuka dan membacanya, maka kondisi ini di luar tanggung jawab saya). Melalui program ini anda dapat membuka dan membaca E-Book tersebut. Selain itu anda juga dapat mencopy dan mencetak.

2. E-Book “Meneladani Spiritual Rasulullah SAW dalam Berma’rifatullah” ini ada PASSWORD-nya sehingga anda tidak dapat membuka tanpa ada pemberitahuan PASSWORD dari saya. Anda hanya bisa men-download saja namun tidak dapat membuka dan membacanya sehingga akan sia-sia.

3. Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada anda. Untuk mendapatkan PASSWORD tersebut silahkan anda menstransfer uang donasi.  Uang donasi ini sebagian saya sisihkan dan digunakan untuk kepentingan umat yaitu memberi bantuan saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah, menyantuni anak yatim piatu dan fakir miskin, pembangunan TPQ-PAUD, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya.

4.  Anda dapat men-transfer via internet banking atau jika anda menyetor ke bank melalui slip setoran, maka jangan lupa cantumkan nama anda, jumlah donasi dan isi keterangan untuk pembelian E-Book ini, hal ini untuk mempermudah pengecekan saya di rekening mengenai sudah masuk atau belumnya uang donasi  tersebut. Adapun besarnya uang donasi sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) dan saya pun sangat berterima kasih bila anda berkenan memberikan donasi lebih, karena sebagian donasi untuk kegiatan sosial keagamaan.

Uang donasi dapat ditransfer ke :

- Bank BCA, KCP Kedungmundu, Semarang
- No. Rekening    : 8915006104
- Atas Nama         : Iwan Fahri Cahyadi
     
ATAU

- Bank BNI, KC UNDIP, Semarang
- No. Rekening     : 0096371734
- Atas Nama          : Iwan Fahri Cahyadi

5. Setelah anda men-transfer uang donasi tersebut, silahkan anda SMS ke nomer HP: 0858-7651-6899 disertai nama anda,  besarnya uang donasi, nama bank tempat anda mentransfer dan Judul E-Book yang dibeli. Setelah saya cek dan dipastikan donasi sudah masuk, maka saya segera akan mengirim PASSWORD ke Handphone anda. Saya juga mohon dengan rendah hati agar PASSWORD tersebut jangan disebar-luaskan kepada mereka yang tidak berhak, mengingat dana donasi ini sebagian saya sisihkan untuk kegiatan sosial keagamaan.

6.    Dilarang memperbanyak, memperjual-belikan dan mengutip isi buku ini tanpa seijin saya, karena ini melanggar HAK CIPTA dan melanggar UNDANG-UNDANG.

Demikian saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmmatullahi wabarakaatuh

Iwan Fahri Cahyadi

Rabu, 06 Mei 2009

Mengurai Potensi Manusia (Jiwa/Ruh) - Bagian 5


MENGURAI POTENSI MANUSIA (JIWA/RUH) - Bagian 5

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sidang pembaca yang dirahmati, dicintai & dimuliakan Allah SWT.

Manusia terserang insomnia (penyakit lupa). Kenapa saya berkata demikian? Karena manusia lupa suatu kejadian yang terpenting dalam hidupnya. Tidak ada file sedikitpun dalam otak manusia mengenai peristiwa masa lalu tersebut. Peristiwa apakah itu? Ternyata manusia (Ar-Ruh) pernah bertemu/bertatap muka/berdialog/Makrifatullah dengan Allah SWT di Alam Azali. Anda tidak percaya? Coba perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an di bawah ini :

”Bukankah Aku Tuhanmu? Mereka menjawab : Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi..”. (Surat Al-A’raf 7 : 172)

Betulkan? Tapi ingatkah anda mengenai peristiwa tersebut? Jawabnya pasti tidak. Ar-Ruh yang merupakan sejatinya manusia telah bersaksi bahwa Tiada Tuhan Selain Allah. Kesaksian ini sebagai bukti pengakuan manusia akan siapa Rabbnya. Sehingga pada Hari Kebangkitan manusia tidak mengelak dari persaksian tersebut.

Setiap hari pun sebenarnya manusia mengalami makrifatullah, namun manusia jarang memperhatikannya. Coba perhatikan ayat berikut ini.

”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati diwaktu tidurnya : maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”. (Surat Az-Zumar 39 : 42).

Coba perhatikan ketika anda tidur, dan orang lain membuka mata anda, apakah mata anda dapat melihat? tidakkan, padahal mata anda terbuka. Lalu siapa yang dapat melihat? yaitu Ar-Ruh dan ketika anda terjaga dari tidur barulah anda melihat.
Lalu apa, siapa, dimana, wujud, dan jenisnya Ar-Ruh itu? Allah SWT hanya memberikan sedikit pengetahuan tentang itu.

”Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ruh, katakanlah : ”Ruh itu termasuk urusan Tuhanku dan kamu tiada diberi pengetahuan melainkan sedikit...” (Surat Al-Isra’ 17 : 85).

Ok. Supaya para sahabat tidak bingung, saya mencoba mengurai sedikit mengenai Jiwa/Ruh. Pada prinsipnya, diri manusia terdiri dari 2 ruh, yaitu Ruh Ruhani dan Ruh Jasmani.

Ruh Ruhani adalah bagian daripada Ruh Allah yang ditiupkan ke dalam janin manusia pada saat umur janin 4 bulan di dalam kandungan ibunya. Dia inilah Sang Khalifah (Al-Fitrah Al- Munazalah/penguasa tubuh). Ruh Ruhani inilah yang disebut Ar-Ruh.

”..Kemudian Dia sempurnakan (kejadian)-Nya dan Dia tiupkan ruh ke dalamnya..” (Surat As-Sajdah 32 : 9)

Dia tidak pernah tidur, makan, minum, serba tahu, bermakrifat kepada Allah, Mi’raj ketika shalat, penuh cinta dan kasih sayang, dll. Inilah potensi manusia yang sebenar-benarnya.

”Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (bashiroh/yang tahu)..” (Surat Al-Qiyamah 75 : 14).

”Engkau tidak memperoleh kaum yang beriman kepada Allah & Hari Akhir, bahwa mereka mengasihi orang-orang yang menentang Allah & Rasul-Nya, meskipun mereka itu bapak, anak, saudara atau kerabatnya. Mereka telah ditetapkan Allah keimanan dalam hatinya dan dikuatkan-Nya mereka dengan ruh daripada-Nya”. (Surat Al-Mujadalah 58 : 22).

Sedangkan Ruh Jasmani disebut dengan jiwa (berkumpulnya nafsu manusia) yang menghidupi nutfah (proses bertemunya sperma dengan indung telur sampai segumpal darah).

Jiwa adalah bersemayamnya Ar-Ruh. Jiwa ini termasuk materi yang berasal dari saripati tanah. Bisa disebut dengan Ruh Insani, Ruh Jasmani. Ruh jasmani tiap orang tidak akan sama. Ruh Jasmani bisa disebut An-Nafs (diri), mereka ini besok yang akan mempertanggungjawabkan perilaku hidupnya dihadapan Allah SWT pada hari kiamat saat hari berbangkit. Setelah Sang Nafs lepas dari tubuh yang rusak (mati) mereka akan mengembalikan Ruh Ruhani (Ar-Ruh) ke asalnya Allah. Kemudian mereka (ruh jasmani) akan masuk ke dalam tubuh manusia pada hari kebangkitan.

”Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)... (Surat At-Takwir 81 : 7).

Demikian sedikit yang dapat saya sampaikan kepada para Sahabat. Semoga bermanfaat. Bahasan selanjutnya adalah Mengurai Potensi Manusia mengenai Jasmani/Raga.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Fahri
SC-HSS